Pentingnya Psikologi Warna dalam Marketing dan Branding

17.02.2022

Dynar Manggiasih

Apakah Anda pernah memperhatikan warna pada yang digunakan oleh banyak brand besar?   

\\r\\n\\r\\n

Kalau Anda perhatikan, ada banyak brand dengan warna logo yang mirip atau pun sama persis. Misalnya logo Facebook, BCA, dan Ford, ketiganya menggunakan warna biru. Atau logo Gojek, Spotify, dan Starbucks, ketiganya menggunakan warna hijau.

\\r\\n\\r\\n

Kenapa warna-warna tersebut dipilih oleh brand untuk logo mereka? Tentunya bukan tanpa alasan. Ada banyak pertimbangan disana, sebelum akhirnya mengambil keputusan mau menggunakan warna apa. Umumnya, salah satu aspek yang menjadi bahan pertimbangan adalah psikologi warna.

\\r\\n\\r\\n

Apa Itu Psikologi Warna?

\\r\\n\\r\\n

Psikologi warna adalah teori yang menjelaskan hubungan warna dengan perilaku manusia. Setiap warna memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap suasana hati, emosi, perasaan, dan perilaku manusia. Sedangkan psikologi warna pada branding dan marketing adalah bagaimana sebuah warna dari brand dapat mempengaruhi kesadaran, pengalaman, hingga keputusan konsumen dalam memilih brand Anda.

\\r\\n\\r\\n

Menurut Neil Patel, seorang ahli di bidang bisnis digital, mayoritas pebisnis dan brand besar sudah mulai mempelajari lebih banyak tentang psikologi warna. Mereka percaya bahwa warna juga mempengaruhi sales. Jika Anda mempelajari psikologi warna dan memilih warna yang tepat, Anda bisa mendapatkan lebih banyak manfaat.. Dengan menerapkan teori ini, Anda juga bisa menyampaikan sebuah pesan dengan lebih efektif.

\\r\\n\\r\\n

Namun perlu diingat, ada banyak faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang tentang warna. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2006, hubungan antara warna dan brand sebenarnya bergantung pada persepsi dan pengalaman masing-masing orang. Misalnya, seseorang memilih brand dengan warna hijau karena ia menyukai warna hijau. Tetapi, Anda juga bisa menemukan beberapa persepsi yang sama untuk satu warna dan biasa digunakan di marketing.

\\r\\n\\r\\n

Makna Warna dan Efek Psikologisnya

\\r\\n\\r\\n

Sebelum mulai memilih warna, tidak ada salahnya Anda mempelajari makna dari beberapa warna yang biasa digunakan untuk keperluan branding dan marketing berikut ini:

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Biru

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Warna biru memberikan kesan ketenangan, kestabilan, dan membuat orang yang melihatnya merasa tenang, aman, dan damai. Oleh karena itu banyak institusi finansial yang menggunakan warna tersebut, karena konsumen tentunya membutuhkan keamanan dan kestabilan untuk menyimpan uang mereka. Penggunaan warna biru ini misalnya pada Bank Mandiri dan BCA. Namun, sesuai dengan istilah ‘feeling blue’, warna biru ternyata memang menggambarkan perasaan sedih dan kesepian. Selain itu, jika Anda berada dalam bisnis F&B, Anda mungkin harus berpikir dua kali sebelum menggunakan warna biru. Biru dipercaya menekan nafsu makan karena hampir tidak ada makanan yang memiliki warna biru alami di luar sana.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Hijau

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Hijau merupakan warna yang paling tepat untuk menggambarkan alam, layaknya pohon, rumput, dan hutan. Hal ini membuat banyak organisasi non profit yang bergerak di bidang konservasi alam menggunakan warna hijau, diantaranya Greenpeace dan The Nature Conservancy. Warna hijau juga merepresentasikan kesehatan, keamanan, keberuntungan, kesuburan, serta memiliki efek menenangkan dan dapat menghilangkan stres. Banyak brand kesehatan dan kebugaran menggunakan warna hijau di logo mereka. Warna hijau juga sering dikaitkan dengan pertumbuhan kekuatan seperti uang, perbankan, dan militer.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Hitam

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Warna hitam identik dengan kegelapan, misteri, dan kesedihan. Karena itu, hitam sering digunakan sebagai simbol ancaman. Namun hitam juga menampilkan citra elegan dan kuat, seperti yang ada pada logo Apple dan Puma. Makin besar Anda ingin memberikan kesan kuat pada sebuah perusahaan atau brand, maka semakin banyak warna hitam yang bisa Anda tambahkan.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Putih

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Warna putih merepresentasikan kesucian, kepolosan, dan kedamaian. Selain itu, warna putih dapat menyiratkan sesuatu yang bersifat suci, bersih, murni. Pemakaian warna putih dalam logo branding perusahaan juga akan memberi kesan santun dan simple. Biasanya warna putih dipadukan dengan warna hitam untuk menampilkan kesan kontras, tegas, dan berimbang. Beberapa brand media berita menggunakan paduan warna ini untuk logo, diantaranya BBC dan ABC News.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Merah

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Merah merupakan warna yang memiliki emosi terkuat. Merah melambangkan cinta, kemarahan, kegembiraan, dominasi, gairah, dan keinginan. Tak hanya itu, merah sering dikaitkan dengan rasa hangat dan nyaman. Sehingga beberapa brand video streaming seperti Netflix dan Iflix menggunakannya untuk merepresentasikan rasa nyaman, yang bisa dirasakan pelanggan dengan menonton video di platform tersebut. Di dalam desain, warna merah bisa digunakan sebagai aksen karena sifatnya yang kuat. Misalnya, pada logo hitam putih diberikan aksen warna merah sedikit saja sudah bisa membuat logo tersebut menjadi terlihat berbeda. 

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Kuning

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Warna kuning umumnya diartikan sebagai kehangatan, kecerahan, dan energi. Kuning juga biasanya digunakan untuk mendapatkan perhatian dari orang yang melihat desain logo. Warna kuning sangat untuk mudah dipahami, mampu membangkitkan perasaan optimis, dan melambangkan berbagai hal ceria yang hangat. Seperti ditampilkan oleh beberapa brand diantaranya McDonald’s dan Chupa Chups, yang branding-nya dapat memberikan kebahagiaan bagi orang yang mengkonsumsinya. 

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Ungu

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Ungu merupakan warna yang memberikan kesan kebijaksanaan, kekayaan, imajinasi, dan misterius, serta memiliki karakteristik yang menenangkan. Warna ungu sering dilihat sebagai warna yang mewah dan terlihat eksotis. Warna ini sering dijadikan sebagai warna produk-produk kecantikan, fashion dan perhiasan seperti Urban Decay dan Asprey. Bukan hanya itu, warna ungu juga dapat diartikan sebagai imajinasi yang tinggi serta elegan. 

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Cokelat

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Seperti warna hijau, cokelat seringkali dikaitkan dengan alam. Cokelat dapat membangkitkan perasaan dapat diandalkan, dukungan, stabilitas, kesejahteraan dan kepercayaan, seperti yang tercermin dari logo brand Louis Vuitton dan United Parcel Service. Cokelat juga bisa berarti kenyamanan dan kepuasan. Namun, warna cokelat juga dianggap bisa membangkitkan kekuatan, ketahanan, sekaligus menciptakan perasaan sedih, sepi, dan terasingkan. 

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Jingga

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Warna jingga merupakan kombinasi merah dan kuning, umumnya dilambangkan sebagai kebahagiaan, energi, fokus, dan antusias. Itulah kenapa warna jingga digunakan oleh beberapa brand penyedia hiburan seperti Nickelodeon dan JBL. Warna ini juga sering digunakan pada tombol website yang penting, seperti buy now, register now dan lainnya yang sejenis. Dari sisi psikologis sebenarnya warna jingga memberikan kesan tidak nyaman, dan sedikit gaduh. Mungkin karena itulah warna ini paling banyak dipakai untuk menarik perhatian orang. 

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Pink 

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Warna pink dipercaya memiliki efek menenangkan, namun para ahli menemukan bahwa efek ini hanya terjadi selama paparan awal. Warna pink juga umumnya digambarkan sebagai warna feminin, identik dengan keromantisan, kebaikan, dan berkaitan dengan sifat lembut dan kasih sayang. Representasi warna feminin ini bisa dilihat pada logo brand Barbie dan majalah Cosmopolitan.

\\r\\n\\r\\n

Bila melihat betapa besar pengaruh psikologi warna terhadap branding dan marketing, tidak heran kalau banyak brand menggunakannya sebagai bahan pertimbangan. Tapi jika Anda masih merasa bingung atau kurang mengerti terhadap psikologi warna untuk kebutuhan branding dan strategi digital marketing, tim dari Established Jakarta sebagai marketing partner dengan tailored marketing strategy selalu siap membantu untuk mengembangkan brand Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Established Jakarta, silahkan hubungi kami melalui halaman Contact Us