Kenali 4 Tipe Metrik untuk Mengukur Keberhasilan Media Sosial

17.02.2022

Dynar Manggiasih

Penggunaan media sosial sebagai alat digital marketing bagi sebuah brand kini telah menjadi hal yang sangat umum. Bahkan jika masih ada brand yang enggan memanfaatkan media sosial, justru itu yang perlu dipertanyakan. Hal ini wajar mengingat potensi pasar yang sangat besar di media sosial. Apalagi menurut data dari Hootsuite, hingga saat ini ada 170 juta orang yang aktif menggunakan media sosial di Indonesia.

\\r\\n\\r\\n

Untuk memaksimalkan fungsi media sosial sebagai alat marketing, biasanya sebuah brand akan menggunakan strategi tertentu. Entah dengan membuat campaign, membuat konten kontroversial, atau mengadakan giveaway. Tapi tentunya tidak ada perusahaan yang bersedia membuang budget untuk menjalankan strategi yang tidak bisa diukur tingkat keberhasilannya. Untuk itulah dalam media sosial, dikenal istilah metrik.

\\r\\n\\r\\n

Apa Itu Metrik dalam Media Sosial?

\\r\\n\\r\\n

Secara umum, metrik dapat dipahami sebagai ukuran penilaian kuantitatif untuk menilai, membandingkan, dan melacak kinerja atau produksi. Namun dalam kaitannya dengan media sosial, metrik adalah data yang digunakan untuk menilai dampak aktivitas media sosial pada sebuah strategi atau campaign. Metrik ini membantu menilai seberapa baik pencapaian target di media sosial, dan memberikan informasi tentang di bagian mana Anda perlu memperbaiki strategi tersebut.

\\r\\n\\r\\n

Manfaat Menggunakan Metrik dalam Media Sosial

\\r\\n\\r\\n

Metrik dalam media sosial sangatlah penting karena dapat digunakan untuk mengukur seberapa sukses sebuah strategi, seberapa baik kinerja strategi media sosial, dan pada akhirnya seberapa berdampak strategi yang telah dijalankan pada bisnis Anda secara keseluruhan. Menggunakan metrik untuk menganalisa strategi media sosial tidak hanya untuk menunjukkan hasil dari sebuah strategi kepada manajemen. 

\\r\\n\\r\\n

Selain itu, laporan rutin hasil analisis menggunakan metrik media sosial yang konsisten juga dapat memberikan perubahan besar bagi tim, termasuk kemungkinan peningkatan anggaran dan penambahan sumber daya. Dan yang tidak kalah penting, metrik membuat Anda tetap mengetahui profil media sosial brand secara umum dan tingkat kesehatan performanya. Karena tentunya Anda tidak akan mengetahui dampak dari strategi media sosial, sampai Anda memiliki data untuk menganalisisnya.

\\r\\n\\r\\n

Macam-macam Metrik dalam Media Sosial

\\r\\n\\r\\n

Umumnya, para marketer menggunakan metrik-metrik ini dalam mengelola media sosial:

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Brand Awareness (Impression dan Reach)

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Impression adalah berapa kali konten Anda dilihat atau muncul di timeline seseorang atau sebuah akun. Sedangkan reach adalah berapa banyak akun yang melihat konten Anda. Biasanya, jumlah impression cenderung lebih besar dari jumlah reach. Hal ini karena satu akun bisa melihat sebuah konten lebih dari sekali. Baik impressions maupun reach, keduanya sama-sama mengukur performa sebuah konten namun melalui aspek yang berbeda. Impression umumnya digunakan untuk melacak konten atau iklan dari waktu ke waktu. Sudah seberapa banyak sebuah konten atau iklan tersebut dilihat. Sedangkan reach umumnya digunakan untuk mengetahui efektivitas konten. Jika total reach-nya tinggi tapi konversinya kecil, berarti konten tersebut perlu dievaluasi kenapa tidak berhasil mempengaruhi audiens.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Engagement (Like, Share, dan Komentar)

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Belakangan ini, engagement rate juga menjadi salah satu tolak ukur yang penting untuk mengenali kualitas dan kondisi sebuah media sosial. Setiap media sosial memiliki metrik engagement berbeda. Misalnya Instagram mengukur engagement dari jumlah total likes, komentar, save dan repost. Facebook mengukur engagement dari total likes, komentar, shares dan repost. Dan Twitter mengukur engagement rate dari likes, reply dan retweet. Angka yang tercantum dalam engagement rate menjadi rangkuman dari seberapa asli dan aktifnya audiens dalam postingan media sosial bisnis Anda. Hal ini juga mempengaruhi seberapa bagus awareness yang telah terbangun terhadap brand. 

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Customer Care (Response Rate dan Time)

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Bukan hanya satu atau dua kasus saja di mana brand hanya fokus dengan media sosial dan konten-kontennya, namun kurang memaksimalkan pelayanan customer care. Akibatnya, brand malah mendapatkan penilaian negatif dari customer. Untuk itulah pentingnya metrik response rate dan time. Metrik ini melacak seberapa responsif tim dalam menanggapi pesan penting dan berapa banyak dari mereka yang benar-benar ditanggapi. Untuk akun multi-user, Anda juga harus melacak seberapa banyak kinerja yang dilakukan setiap orang. Dengan adanya metrik ini, Anda dapat melihat siapa yang memberikan respon secara cepat atau lama dan konten mana yang paling banyak menerima respon.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Return of Investment atau ROI (Referrals & Conversion)

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Referrals adalah cara pengguna berkunjung di situs web Anda. Sedangkan conversion adalah ketika seseorang membeli sesuatu dari situs Anda. Social conversion berarti audiens yang mengunjungi melalui social media channel dan kemudian membeli sesuatu dalam kunjungan yang sama. Berbarengan dengan hal tersebut, Anda akan menemukan CTR atau click-through rate yang bisa dijadikan tolak ukur seberapa efektif iklan yang dilakukan. Semakin menarik dan efektif sebuah iklan, angka CTR pun makin tinggi, yang berpengaruh pada referral dan conversion-nya. Namun perlu diingat, tidak semua teknik CTR tinggi dalam iklan maupun postingan di media sosial itu sama. Karena di setiap tipe konten yang berbeda, jaringan dan industrinya pun akan berbeda. 

\\r\\n\\r\\n

Pemanfaatan metrik yang tepat akan memudahkan Anda dalam mengukur sejauh mana efektivitas konten dan strategi yang telah atau sedang digunakan, untuk mengelola media sosial dari sebuah brand. Tapi jika Anda masih merasa bingung atau kurang mengerti terhadap penggunaan metrik ini, tim dari Established Jakarta sebagai marketing partner dengan tailored marketing strategy selalu siap membantu. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Established Jakarta, silahkan hubungi kami melalui halaman Contact Us

Up Next

Tipe Metrik untuk mengukur Keberhasilan Media Sosial
Read More
Tipe Metrik untuk mengukur Keberhasilan Media Sosial
Read More
Tipe Metrik untuk mengukur Keberhasilan Media Sosial
Read More