Kororo: Mari Kita “Phygital”

25.02.2022

ESTB Team

"Menghubungkan online dan offline environment untuk menyediakan marketing funnel yang lebih baik bagi produk baru."

\\r\\n\\r\\n

UHA Mikakuto adalah pabrik FMCG Jepang yang mengkhususkan diri pada produk permen dan telah berdiri sejak 18 Oktober 1949. Kembali pada tahun 2019, UHA Mikakuto membawa permen best seller mereka ke Indonesia yang bernama UHA Kororo, dan juga akan meluncurkan pernyataan bersertifikat Halal MUI. UHA Mikakuto bekerja sama dengan Ad Planet Daiko Indonesia dan Established Jakarta untuk membuat online & offline marketing campaign untuk meningkatkan awareness akan produk baru di pasar lokal.

\\r\\n\\r\\n

Dimulai dengan Riset Pasar yang Kuat sebagai Dasar

\\r\\n\\r\\n

Sebagai pendatang baru di pasar permen buah Indonesia, penting untuk melakukan riset pasar, menentukan siapa pembeli potensial, dan kemudian membuat strategi bagaimana caranya untuk menjangkau kelompok-kelompok tersebut. Semua itu akan sangat meningkatkan peluang keberhasilan untuk mencapai tujuan.

\\r\\n\\r\\n

Dari penelitian yang kami lakukan, kami menemukan bahwa target audiens potensial utama adalah wanita dewasa muda, berusia 25-35 tahun dengan SES A-B. Persona audiens target kami adalah seseorang yang suka ngemil, aktif secara sosial, paham media sosial dan selalu bergabung dengan komunitas yang sedang hype. Selanjutnya, kami membangun strategi pemasaran yang disesuaikan berdasarkan analisis.

\\r\\n\\r\\n

Menyampaikan Pesan Melalui Marketing Media Sosial

\\r\\n\\r\\n

Established Jakarta & Ad Planet Daiko Indonesia merumuskan key communication message dan visual tone & manner yang selaras dengan identitas produk. Hasilnya, akhirnya kami menggunakan #SensasiKayaBuah sebagai ide campaign.

\\r\\n\\r\\n

Berdasarkan penelitian, terlihat bahwa target audiens kami adalah para social media savvy, sehingga kami mulai menumbuhkan kesadaran akan produk dan pesan #SensasiKayaBuah melalui akun Instagram UHA (@uhacandy_id). Established Jakarta membuat konten & aktivitas media sosial yang sesuai dengan preferensi audiens target.

\\r\\n\\r\\n

Dalam 6 bulan campaign, kami berhasil menghasilkan 3K pengikut baru dengan engagement rate bulanan rata-rata sekitar 18%, jauh lebih tinggi dari standar industri FMCG.

\\r\\n\\r\\n

Meningkatkan Awareness Produk dengan Targeted Product Sampling

\\r\\n\\r\\n

Selama social media campaign marketing, salah satu data yang kami kumpulkan dan analisis adalah tentang di mana lokasi audiens kami. Dari data tersebut, kami menyarankan UHA untuk membuat product sampling di lokasi tersebut. Selain menyediakan data audiens, Established Jakarta juga membantu UHA dengan membuat Point of Sales Materials seperti SPG Bento Box, T-Shirt, Pop Up Table Booth, Dump Bin, dan Bucket Display.

\\r\\n\\r\\n

Mengubah Leads Menjadi Sales Melalui Influencer Marketing

\\r\\n\\r\\n

Di akhir campaign, UHA meluncurkan produk Kororo ke pasar modern seperti Indomaret dan Alfamart. Untuk meningkatkan awareness dari aktivitas ini, kami melakukan upaya digital marketing lain yaitu influencer marketing campaign. Kami menggunakan beberapa influencers mulai dari influencer selebriti dengan jutaan followers untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Kemudian diikuti dengan penggunaan influencer makro, micro, dan nano untuk membangun interaksi dan engagement, serta untuk membantu mendorong leads yang didapat agar dapat berlanjut ke sales.

\\r\\n\\r\\n

Untuk memulai influencer marketing campaign, kami bekerja sama dengan Raffi Ahmad & Nagita Slavina yang memiliki lebih dari 37 juta followers, dengan membuat video dimana Raffi merekomendasikan Kororo kepada Nagita. Melalui langkah ini, kami sukses mendapatkan 844.343 views dari audiens yang terpapar konten Kororo. Saat kami melihat apa yang follower Raffi katakan tentang produknya, kebanyakan orang mengkonfirmasi bahwa Kororo rasanya enak, Kororo terasa seperti buah asli, dan produknya disukai oleh anak-anak.

\\r\\n\\r\\n

Sambil terus mendorong awareness melalui Raffi & Nagita, secara paralel kami melanjutkan kemeriahan tersebut dengan mendorong engagement melalui Jerome Polin dan beberapa mikro serta nano influencers, dengan melakukan aktivasi digital yang mensyaratkan audiens untuk membeli produknya. Nama dari campaign ini adalah #MeAndKororoEveryday. Melalui campaign ini, kami mendapatkan 300.000 engagement dengan 236 photo submission.