Strategi Marketing Efektif Untuk Menarik Perhatian Gen Z

21.09.2021

Dynar Manggiasih

Pernah dengar istilah Gen Z?

\\r\\n\\r\\n

Menurut Oxford Learner’s Dictionaries, Generasi Z atau Gen Z adalah kelompok orang yang lahir antara akhir 1990-an hingga awal 2010-an. Sedangkan Brookings Institution mendefinisikan Gen Z sebagai mereka yang lahir diantara tahun 1997 dan 2012. Meski ada perbedaan batas pada tahun lahir, para ahli menyepakati bahwa Gen Z umumnya lahir dari orang tua Generasi X atau baby boomers.

\\r\\n\\r\\n

Beberapa tahun terakhir, jumlah Gen Z yang menggunakan media sosial meningkat sangat tajam. Sebagian dari mereka juga sudah memasuki usia produktif dan memiliki penghasilan sendiri. Wajar bila hal ini menjadi perhatian lebih bagi para marketer, untuk mencari formula paling tepat dalam menjaring sebanyak-banyaknya konsumen dari generasi ini. Apalagi di Indonesia, jumlah Gen Z mencapai 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94% dari total populasi negara ini.

\\r\\n\\r\\n

Lalu, seperti apa strategi marketing yang efektif untuk menarik perhatian Gen Z?

\\r\\n\\r\\n

Utamakan Konten Visual yang Menarik

\\r\\n\\r\\n

Gen Z cenderung lebih menyukai konten video atraktif dan berdurasi pendek. Inilah kenapa TikTok, IG Stories, dan yang terbaru IG Reels, menjadi platform media sosial favorit mereka. Video pendek yang menggunakan overlay, efek visual, dan musik telah terbukti menjadi “marketing gold” bagi influencer dan brand. Hal ini tercermin dari persentase pengguna TikTok yang didominasi Gen Z. Konten visual yang atraktif harus menjadi prioritas utama untuk menarik perhatian audiens yang lebih muda. Setelah banyak bermunculan aplikasi baru, fitur sosial, dan filter kreatif, konten statis atau “membosankan” dianggap tidak akan memiliki peluang.

\\r\\n\\r\\n

Bereksperimen dengan Konten Interaktif

\\r\\n\\r\\n

Untuk menarik perhatian Gen Z di media sosial, penelitian menyarankan untuk menggunakan kombinasi konten yang kreatif dan interaktif. Dengan kata lain, audiens yang lebih muda ingin melakukan sesuatu, seperti tap-swipe-click, ketika mereka membuka sebuah postingan. Apa pun yang dapat dilakukan untuk mendorong interaksi atau percakapan di media sosial adalah nilai tambah. Misalnya, menggunakan fitur interaktif seperti polling yang berfungsi ganda. Yaitu untuk mempelajari pelanggan, sekaligus menarik perhatian mereka. Konten interaktif juga membantu mendorong audiens, untuk membuat keputusan dalam hal pembelian suatu produk atau jasa.

\\r\\n\\r\\n

Gen Z mengikuti tren membuat video vertikal

\\r\\n\\r\\n

Ikuti Perilaku Gen Z yang Cenderung FOMO

\\r\\n\\r\\n

Tren dan isu terbaru yang selalu berubah begitu cepat cenderung membuat Gen Z fear of missing out (FOMO) alias takut ketinggalan. Marketer bisa memanfaatkan kecenderungan ini, misalnya dengan menggunakan IG Stories untuk meningkatkan engagement dengan audiens. Apalagi fitur IG Stories yang akan hilang dalam 24 jam dapat menjadi umpan untuk audiens muda, agar selalu berusaha keep up dengan info terbaru dari sebuah akun media sosial.

\\r\\n\\r\\n

Manfaatkan Fitur Tag untuk Engagement

\\r\\n\\r\\n

Fitur tag berperan penting dalam mendorong followers untuk berbagi konten dengan branded hashtag, memungkinkan audiens untuk menandai diri mereka sendiri di toko fisik dari sebuah brand, dan meminta audiens untuk menandai teman dan keluarga mereka sebagai umpan sosial. Brand dengan toko fisik dapat memanfaatkan keinginan Gen Z, untuk terlihat up to date dan pernah mendatangi lokasi tersebut. Bahkan hal sederhana seperti meminta audiens untuk menandai akun brand di postingan mereka saja, sudah cukup untuk mendorong datangnya tanggapan atau komentar dari audiens muda lainnya. 

\\r\\n\\r\\n

Tunjukkan Selera Humor Brand Anda

\\r\\n\\r\\n

Mungkin kedengarannya sepele, tetapi mayoritas Gen Z menyukai brand yang mereka anggap “menyenangkan” dan “keren”. Hal ini dapat menjelaskan mengapa konten bertema humor dan meme-centric begitu populer di kalangan anak muda. Untuk dapat menampilkan sisi humor ini, brand berpacu dengan cepatnya arus informasi dan tren lelucon terbaru di internet. Apalagi, tidak semua brand dapat memainkan peran sebagai komedian dengan baik di akun media sosialnya. Tapi konten humor semacam ini dapat menunjukkan sisi manusiawi dari sebuah brand, selama kontennya otentik dan tidak dibuat-buat.

\\r\\n\\r\\n

Hadirkan Customer Service yang Responsif

\\r\\n\\r\\n

47% konsumen mendefinisikan brand terbaik adalah yang memiliki customer service yang baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa tanggapan yang tepat waktu adalah bagian penting dari strategi sosial untuk brand apa pun, terutama untuk memelihara loyalitas pelanggan. Bukan hanya Generasi Y atau X, 41% Gen Z juga lebih memilih untuk membeli produk atau jasa dari brand yang memberikan customer service responsif dan tepat waktu. Jika ada pertanyaan, atau terjadi sesuatu dengan produk atau jasa yang telah dibeli, mereka tahu bahwa ada customer service dari brand yang selalu siap sedia.

\\r\\n\\r\\n

Terapkan Nilai-Nilai Brand Anda

\\r\\n\\r\\n

Sebuah data menunjukkan bahwa konsumen memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap brand yang mengambil sikap terhadap masalah-masalah sosial. Hal ini terutama berlaku di kalangan konsumen Gen Z, yang tiga kali lebih mungkin dibandingkan generasi lain untuk mengatakan bahwa tujuan brand adalah untuk melayani komunitas dan masyarakat. Misalnya dengan menampilkan kampanye keberagaman atau gaya hidup berkelanjutan, sebuah brand dapat semakin mengukuhkan keyakinan dan nilai-nilai mereka di dunia internet atau media sosial. Keberanian ini berhubungan dengan keinginan Gen Z untuk didengar dan mengungkapkan apa yang ada di pikiran mereka. Namun tentu saja, brand harus selalu memperhatikan bagaimana cara menunjukkan sikap terhadap isu-isu sosial dan melakukannya dengan cara yang tepat.

\\r\\n\\r\\n

Jangan Abaikan Feedback dan Ulasan dari Pelanggan

\\r\\n\\r\\n

Gen Z umumnya membeli produk atau jasa dari sebuah brand setelah membaca ulasan dari pelanggan lain di media sosial. Itulah kenapa memasukkan testimoni pelanggan ke dalam strategi marketing dapat membantu membangun reputasi brand, memberikan informasi untuk calon pelanggan baru, dan memperkuat kredibilitas. 

\\r\\n\\r\\n

Live streaming di media sosial

\\r\\n\\r\\n

Interaksi Langsung dengan Audiens Anda

\\r\\n\\r\\n

Manfaatkan fitur live streaming di berbagai platform media sosial dan marketplace atau e-commerce untuk menemui audiens brand Anda secara “langsung”. Pembawaan host yang atraktif dan persuasif, dapat berdampak signifikan terhadap keputusan audiens terutama Gen Z untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Fitur live streaming ini dapat ditemukan diantaranya di platform Instagram, TikTok, dan Shopee.

\\r\\n\\r\\n

Berikan Apa yang Audiens Inginkan

\\r\\n\\r\\n

Gen Z umumnya menyukai brand yang menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami keinginan dan kebutuhan pelanggan. Hal ini bisa sesederhana memberitahu konsumen bahwa suara mereka didengar, atau dengan merilis produk, pengalaman, atau konten baru berdasarkan feedback konsumen. Dengan data dan wawasan yang diperoleh dari media sosial ini, marketer dapat memiliki posisi yang baik untuk menemukan tren yang disukai Gen Z, dan memastikan setiap postingan bisa engage dengan mereka. 

\\r\\n\\r\\n

Tapi jika Anda masih merasa bingung atau kurang mengerti bagaimana caranya menyusun strategi marketing yang paling efektif untuk menarik perhatian Gen Z, tim dari Established Jakarta sebagai marketing partner dengan tailored marketing strategy selalu siap membantu untuk mengembangkan brand Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Established Jakarta, silahkan hubungi kami melalui halaman Contact Us

Up Next

Menarik Gen Z dengan gaya yang efektif untuk brand anda
Read More
Menarik Gen Z dengan gaya yang efektif untuk brand anda
Read More