Brand Guideline: Pengertian dan Tips Membuatnya

21.09.2021

Dynar Manggiasih

Jika Anda ingin memiliki brand dengan citra yang konsisten sehingga dapat terus diingat oleh publik, maka Anda perlu memiliki brand guideline. Pedoman ini penting dimiliki setiap brand jika ingin membentuk brand identity. Tapi, apa sebenarnya brand guideline?

\\r\\n\\r\\n

Apa Itu Brand Guideline?

\\r\\n\\r\\n

\\\"\\\"

\\r\\n\\r\\n

Brand guideline adalah suatu pedoman untuk mengatur komposisi, desain, dan tampilan umum dari suatu brand. Brand guideline mempengaruhi setiap kampanye pemasaran, komunikasi, dan produk atau layanan. Inkonsistensi dalam identitas sebuah brand atau material promosi dapat mengurangi kredibilitas suatu perusahaan dan juga brand-nya. 

\\r\\n\\r\\n

Saat suatu brand memiliki brand guideline, tidak akan sulit bila ingin menentukan seperti apa konten blog, konten media sosial, atau tampilan dari logo, dan iklan. Brand guideline juga akan membantu para desainer grafis, marketer, web developer, hingga tim konten untuk berpegang pada pedoman yang sama. Brand guideline yang efektif memungkinkan karyawan untuk berkreasi dengan konten yang mereka hasilkan, sambil tetap menyelaraskan pekerjaan mereka dengan citra perusahaan secara keseluruhan.

\\r\\n\\r\\n

Elemen dalam Brand Guideline

\\r\\n\\r\\n

Berikut ini beberapa elemen yang umumnya ada dalam brand guideline:

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • Desain Logo 
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Panduan desain logo meliputi hal seperti pilihan logo, berapa batas ukurannya, apa saja pilihan warna dan background-nya.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • Color Palette 
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Panduan palet warna sebuah brand umumnya terdiri atas dua bagian, yaitu primary brand colors yang digunakan pada logo dan secondary brand colors yang digunakan pada berbagai kebutuhan promosi misalnya website, brosur dan exhibition stand. Kode warna yang digunakan harus terdiri atas Red Green Blue (RGB) dan Cyan Magenta Yellow Key (CMYK), agar hasil print warna konsisten dengan tampilan warna di web.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • Imagery (Pencitraan)
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Panduan pencitraan meliputi segala hal yang digunakan untuk menunjukan citra sebuah brand. Misalnya pada website maupun media marketing lainnya seperti foto, icon, dan watermark.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • Tipografi
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Tipografi atau panduan tata huruf harus didokumentasikan secara lengkap. Mulai dari jenis font, ukuran font, sampai tingkat penggunaannya, yaitu judul, sub-judul, dan paragraf.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • Brand Stationery
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Brand stationery biasanya berupa kartu nama dan blangko surat. Sampai saat ini kartu nama dan blangko surat masih dinilai sebagai fitur untuk memperoleh first impression yang baik dari konsumen.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • Brand Tone
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Panduan brand tone meliputi rangkaian kata yang dipilih dan digunakan, untuk menyampaikan pesan nilai dan identitas sebuah brand.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • Social Media Style
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Panduan social media style adalah tentang bagaimana sebuah brand terlihat dan berlaku di media sosial. Media sosial perusahaan seringkali dikelola oleh beberapa orang. Hal ini bisa mengakibatkan postingan terkait brand memiliki nuansa yang berbeda-beda, bahkan melenceng dari identitas brand dan kerap disadari oleh konsumen. Dengan adanya panduan ini, setiap postingan terkait brand Anda di media sosial, dapat selalu tampak tampak sejalan dengan identitas brand Anda. 

\\r\\n\\r\\n

Tips membuat Brand Guideline

\\r\\n\\r\\n

Brand guideline merupakan bagian penting dari strategi bisnis Anda, jadi usahakan membuatnya selengkap mungkin. Brand guideline yang komprehensif dapat menghemat waktu dan sumber daya Anda, saat perusahaan berkembang dan menghasilkan lebih banyak konten marketing. Langkah-langkah berikut dapat membantu Anda membuat brand guideline:

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • Kumpulkan Ide dan Inspirasi
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Diskusikan dengan tim Anda, apakah logo, font, atau diksi dari brand sudah sesuai dengan target pasar atau tidak. Lalu bandingkan juga dengan kompetitor lain. Cari tahu bagaimana logo para kompetitor, serta bagaimana cara penyampaian pesan mereka kepada para pelanggannya. Jika Anda sudah mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangannya, tentu hal tersebut dapat dengan mudah membantu Anda dalam memunculkan suatu inspirasi yang baru.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • Tentukan Isi Elemen Brand Guideline
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Pahami satu per satu elemen dalam brand guideline yaitu logo design, color palette, imagery, typography, brand stationery, brand tone, dan social media style. Kemudian tentukan apa saja isi dari masing-masing elemen tersebut. 

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • Buat Pedoman Produk
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Berikutnya adalah membuat pedoman untuk setiap produk yang dimiliki oleh brand Anda. Misalnya Anda memiliki produk fisik, maka jangan lupa untuk membuat pedoman untuk desain packaging dari produk. Atau bagi Anda yang memiliki produk digital, maka perlu dibuat pedoman untuk mengatur tata letak gambar dan juga pemilihan tampilan di website. Setiap produk harus dibuat pedomannya masing-masing, sehingga bisa tetap konsisten dari waktu ke waktu. Anda juga dapat membuat strategi pemasaran Segmentation Targeting Positioning (STP) pada setiap produk pada brand Anda. Strategi ini juga dapat membantu pemasaran produk menjadi lebih efektif dan terkontrol.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • Berikan Outline
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Setelah mengetahui setiap elemen brand guideline dan menentukan pedoman produk, maka langkah selanjutnya adalah membuat outline. Misalnya untuk elemen brand story, Anda bisa membuat outline dengan menuliskan apa saja visi, misi dan juga nilai dari brand Anda. Buat outline dari setiap elemen brand guideline agar setiap karyawan bisa mengerti. Hal tersebut adalah sebuah SOP yang akan selalu diperlukan bagi setiap karyawan untuk mengerjakan tugasnya masing-masing. Maka dari itu harus dibuat sejelas mungkin agar tidak membingungkan karyawan lain yang membacanya.

\\r\\n\\r\\n

Tapi jika Anda masih merasa bingung atau kurang mengerti bagaimana caranya brand guideline untuk brand Anda, tim dari Established Jakarta sebagai marketing partner dengan tailored marketing strategy selalu siap membantu untuk mengembangkan brand Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Established Jakarta, silahkan hubungi kami melalui halaman Contact Us

Up Next

Tips dari Established Jakarta untuk membuat Brand Guideline
Read More
Tips dari Established Jakarta untuk membuat Brand Guideline
Read More
Tips dari Established Jakarta untuk membuat Brand Guideline
Read More