Ingin Bisnis Online Anda Laris Manis? Ketahui Demografi Pengguna Media Sosial di Indonesia 2021

16.02.2022

Fauzan Hanif

Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia. Dengan total 271 juta penduduk, banyak potensi yang bisa digali dari negeri kita. Salah satunya adalah melalui UMKM atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Di tahun 2017, Kementerian Koperasi dan UKM RI melaporkan bahwa UMKM memiliki pangsa pasar hingga 62,9 juta unit atau 99,99 persen dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia. Di tahun berikutnya, jumlah pelaku UMKM meningkat menjadi 64,2 juta pelaku usaha.

\\r\\n\\r\\n

Namun, dari angka yang mencakup seperempat total populasi Indonesia tersebut, Menteri Koperasi Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan bahwa baru 13 persen atau sekitar 8 juta UMKM saja yang sudah terkoneksi ke pasar digital. Artinya, kebanyakan dari pelaku UMKM masih berkutat di strategi dan teknik pemasaran konvensional. Padahal, peluang untuk meraih pasar yang lebih luas di dunia digital sangat terbuka. Digitalisasi UMKM pun menjadi agenda besar pemerintah demi memperluas pasar UMKM. Apalagi, pandemi Covid-19 masih berlangsung sehingga digitalisasi UMKM menjadi penting bagi para pelaku usaha.

\\r\\n\\r\\n

Salah satu yang paling sering dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis UMKM hingga korporasi adalah media sosial. Data dari CMA Solutions menunjukkan, 73 persen pelaku usaha percaya jika media sosial sangat efektif untuk bisnis mereka. Dari sisi konsumen, sebanyak 71 persen orang yang memiliki pengalaman positif dengan suatu jenama (brand) di media sosial akan merekomendasikannya ke teman atau keluarganya. Angka yang terbilang tinggi untuk pertumbuhan usaha Anda. 

\\r\\n\\r\\n

Namun, jangan pernah mengira bahwa go online itu semudah membalik telapak tangan. Dengan 212 juta pengguna media sosial di seluruh Indonesia, Anda harus betul-betul mempertimbangkan berbagai faktor. Mulai dari media sosial apa yang akan digunakan untuk pemasaran digital, hingga siapa saja orang yang akan melihat konten bisnis Anda. Ini karena masing-masing media sosial memiliki peta demografi atau karakteristik audiens yang berbeda-beda. Demografi Facebook berbeda dengan Youtube, demografi Youtube berbeda dengan Instagram, dan seterusnya. Maka dari itu, sebagai pebisnis, Anda wajib mengenali demografi masing-masing media sosial agar dapat menyusun strategi pemasaran digital yang tepat demi hasil yang optimal.

\\r\\n\\r\\n

Ketika Anda telah mengenali siapa calon konsumen Anda serta media sosial apa yang mereka pakai, maka Anda akan mendapatkan manfaat maksimal berupa:

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Jangkauan target pasar yang tepat

    \\r\\n
  • \\r\\n
  • \\r\\n

    Dapat berkomunikasi dengan target pasar tersebut; tidak membuang waktu untuk orang yang bukan target bisnis Anda

    \\r\\n
  • \\r\\n
  • \\r\\n

    Dapat menyusun strategi marketing yang cermat bagi bisnis Anda

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Nah, sebelum menyelami demografi masing-masing media sosial, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu beberapa media sosial yang dapat digunakan pebisnis untuk melakukan digital marketing. Apa sajakah mereka?

\\r\\n\\r\\n

Media Sosial untuk Digital Marketing

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  1. \\r\\n

    Facebook

    \\r\\n
  2. \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Laporan NapoleonCat per Maret 2021 menyatakan, terdapat 175 juta pengguna Facebook di Indonesia. Kita menjadi negara ketiga dengan jumlah pengguna Facebook terbesar setelah India dan Amerika Serikat. Pertanyaannya satu: mengapa masih banyak orang Indonesia yang menggunakan Facebook?

\\r\\n\\r\\n

Sebagai media sosial, beragamnya fitur social networking di Facebook menjadi alasan orang-orang tetap menggunakannya. Selain meng-update status dan berinteraksi via chat, Anda juga bisa bergabung ke berbagai grup kegemaran dan mengikuti halaman favorit untuk mendapatkan informasi unik. Facebook juga memiliki fitur Ads atau iklan, yang dapat membantu memperluas target pemasaran Anda. Oleh karena itu, Facebook dapat menjadi pilihan jika bisnis Anda ingin go online dan menjangkau pasar yang lebih luas.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Youtube

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Youtube adalah media sosial kedua yang paling banyak diakses di dunia setelah Facebook. Di era teknologi 4.0 seperti saat ini, Anda dapat dengan mudah memproduksi video langsung dari handphone Anda. Mulai dari membuat skrip video, merekamnya, hingga melakukan editing. Satu hal yang Anda harus pastikan, konten video yang Anda buat harus relevan dengan kebutuhan target audiens Anda. Konten yang relevan dapat membuat audiens tertarik menonton video Anda dan Anda bisa mengembangkan brand awareness masyarakat terhadap bisnis Anda.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Instagram

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Sebagai platform berbagi foto dan video, Instagram telah lama menjadi primadona bagi netizen di seluruh penjuru dunia, khususnya Indonesia. Terbaru, Hootsuite melaporkan sebanyak 63 juta pengguna Instagram di Indonesia dapat dijangkau melalui Instagram Ads. Bisa dibayangkan, apabila Anda mampu menggaet 1 persennya saja (630 ribu orang) dan menjadikan mereka pelanggan setia, bisnis Anda pasti akan semakin dikenal dan profit pun meroket. Siapa yang tidak mau?

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Twitter

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Berdasarkan laporan Statcounter, Twitter menjadi media sosial keempat yang paling banyak digunakan di Indonesia setelah Facebook, Youtube, dan Instagram. Umumnya, Twitter digunakan pebisnis lokal hingga korporat untuk berinteraksi secara real-time dengan konsumen mereka. Brand-brand besar seperti Tokopedia, Grab Indonesia, hingga Bank Mandiri bahkan menduduki posisi tiga teratas sebagai brand yang memiliki angka interaksi terbaik dengan followers mereka.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    LinkedIn

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Berbeda dengan empat media sosial sebelumnya, LinkedIn memang tidak menjangkau puluhan juta audiens di Indonesia. Namun, sifatnya yang merupakan media sosial untuk para profesional membuatnya patut diperhatikan. Pengguna LinkedIn umumnya memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas serta terpelajar. Oleh karenanya, sekali Anda membuat profil bisnis yang tepat, Anda akan mendapatkan pelanggan yang loyal dan percaya seutuhnya pada bisnis Anda

\\r\\n\\r\\n

Itu adalah lima contoh media sosial yang digunakan masyarakat Indonesia sekaligus para pebisnis untuk menjangkau pasar digital. Selanjutnya, kami akan mengajak Anda untuk mengintip resep rahasia pebisnis dalam memasarkan produk mereka di dunia digital: mengenal demografi audiens di masing-masing media sosial. 

\\r\\n\\r\\n

Demografi Pengguna Media Sosial di Indonesia

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Facebook

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Angka 175,3 juta pengguna Facebook di Indonesia sama dengan 63,7 persen dari total populasi negara. Dari jumlah tersebut, persentase laki-laki lebih banyak, yakni sebanyak 54,3 persen, sedangkan 45,7 persen sisanya adalah perempuan. Pengguna terbanyak berasal dari rentang usia 25-34 tahun, yang berjumlah hingga 59 juta pengguna. Rentang usia terbanyak kedua adalah 18-24 tahun, atau sekitar 30 persen dari total pengguna Facebook di Indonesia. 

\\r\\n\\r\\n

\\r\\n\\r\\n

Sumber: NapoleonCat

\\r\\n\\r\\n

Namun, jika dilihat secara saksama, pengguna di rentang usia lain juga turut menyumbang angka. Ini artinya, hampir seluruh bidang bisnis cocok di Facebook. Mulai dari bisnis makanan/kuliner, tas wanita, dompet pria, hingga ikan hias bisa dilakukan di sini. Ini karena selain memiliki pengguna yang banyak, pengguna dengan rentang usia yang luas (13-54 tahun) juga berpengaruh. Anda tinggal mengatur Facebook Ads sesuai target bisnis agar promosi produk Anda efektif dan tepat sasaran.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Youtube

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Secara global, Youtube memiliki lebih dari 2 milyar pengguna dengan lebih dari 126 juta penonton per bulannya. Ada lebih dari 100 negara yang telah memiliki versi lokal dari platform video ini, termasuk Indonesia. 

\\r\\n\\r\\n

Lebih lanjut, Hootsuite memaparkan bahwa sebanyak 107 juta masyarakat Indonesia berpotensi terjangkau oleh iklan di platform tersebut. Dari jumlah tersebut, persentase pengguna laki-laki lebih tinggi dibanding pengguna perempuan, yakni 54,1 persen berbanding 45,9 persen.

\\r\\n\\r\\n

\\r\\n\\r\\n

Sumber: Data Reportal

\\r\\n\\r\\n

Jika Anda mempunyai bisnis makanan, Anda bisa mencontoh akun Youtube Sobat Dapur. Di sana, Bang Sobat, panggilan akrab sang host, tidak semata menunjukkan varian resep masakan saja. Ia turut mengiklankan tutorial masaknya sebagai ide bisnis. Bang Sobat bahkan bercerita kalau ada salah satu subscriber-nya yang sukses meraih pendapatan bersih hingga Rp 1 juta rupiah per harinya berkat mempraktikkan resep pisang tanduk krispi di video yang ia buat.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Instagram

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Sebagai media sosial ketiga yang paling banyak digunakan di Indonesia, terdapat 87,3 juta pengguna Instagram Indonesia per Maret 2021. Angka tersebut merupakan 31,7 persen dari total populasi Indonesia. Persentase pengguna perempuan lebih banyak, yakni 52,5 persen berbanding 47,5 persen pengguna laki-laki. Pengguna terbanyak Instagram di Indonesia berasal dari rentang usia 18-24 tahun atau yang biasa kita kenal sebagai Gen-Z, dengan 32 juta pengguna (36,6 persen). Rentang usia terbanyak selanjutnya adalah 25-34 tahun (32,1 persen) dan 13-17 tahun (12,6 persen).

\\r\\n\\r\\n

\\r\\n\\r\\n

Sumber: NapoleonCat

\\r\\n\\r\\n

 

\\r\\n\\r\\n

Industri fashion menjadi salah satu industri yang dapat meraih keuntungan dengan memanfaatkan Instagram. LIVEHAF, brand fashion milik selebgram Arif Hidayat, secara konsisten memanfaatkan fitur Instagram Shopping untuk menjual produknya. Ada pula WOODKA, brand jam tangan unik asal Bandung yang memadukan fitur Instagram Shopping dengan visual yang estetik. 

\\r\\n\\r\\n

Selain bisnis fashion, bisnis kuliner juga bisa memanfaatkan Instagram dengan menampilkan makanan yang cantik dan instagrammable. Untuk pelaku bisnis UMKM yang belum memiliki website atau e-commerce sehingga tidak bisa memanfaatkan fitur Instagram Shopping, jangan khawatir. Anda tetap bisa memasarkan bisnis Anda lewat Instagram dan melakukan proses transaksi lewat direct message atau chat messenger seperti WhatsApp atau Telegram.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Twitter

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Pengguna Twitter secara global dominan berada di kisaran umur 24-49 tahun, dengan persentase mencapai 57,1 persen dari total keseluruhan pengguna. Jika dilihat secara gender, Twitter lebih banyak dipakai oleh laki-laki, dengan perbandingan 7:3 antara laki-laki dan perempuan. 

\\r\\n\\r\\n

Di Indonesia, sebanyak 14 juta pengguna aktif dilaporkan dapat terjangkau oleh iklan, menjadikan kita sebagai negara keenam dengan jumlah pengguna Twitter terbanyak. Dari jumlah tersebut, sebesar 55,4 persen adalah pengguna laki-laki, sedangkan 44,6 persen lainnya adalah perempuan.  

\\r\\n\\r\\n

\\r\\n\\r\\n

Sumber: Data Reportal

\\r\\n\\r\\n

Salah satu contoh bisnis yang berhasil memanfaatkan Twitter sebagai media pemasaran adalah bisnis kuliner Nasi Goreng Tiarbah yang sempat viral di Twitter pada pertengahan 2020 lalu. Berawal dari keisengan Bahtiar Sigar atau Chef Tiarbah di tengah-tengah pandemi, brand nasi goreng tersebut kini sudah memiliki 47 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Bukan tanpa sebab, karena salah satu strategi marketingnya kala itu adalah pelanggan harus melakukan pemesanan melalui pre-order di akun Twitter Nasi Goreng Tiarbah.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    LinkedIn

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Per Maret 2021, LinkedIn memiliki jumlah pengguna hingga 18,7 juta di Indonesia, atau meliputi 6,8 persen total populasi negara. Berdasarkan laporan NapoleonCat, pengguna LinkedIn di Indonesia hanya terbagi ke dalam empat rentang usia, yakni 18-24 tahun, 25-34 tahun, 35-54 tahun, dan lebih dari 55 tahun. 

\\r\\n\\r\\n

Rentang usia 25-34 tahun jauh mendominasi jumlah pengguna dengan 58,6 persen (11 juta), lalu disusul rentang usia 18-24 tahun (33 persen). Tingginya kedua grup usia tersebut bukanlah hal yang aneh, mengingat banyaknya para pencari kerja maupun profesional muda yang menggunakan LinkedIn sebagai salah satu media sosial pilihan. 

\\r\\n\\r\\n

\\r\\n\\r\\n

Sumber: NapoleonCat

\\r\\n\\r\\n

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, LinkedIn sangat cocok bagi Anda yang ingin membangun profil dan reputasi bisnis untuk para profesional. Dua e-commerce terbesar milik Indonesia, Tokopedia dan Bukalapak, dapat menjadi contoh bagaimana mereka menghidupkan seluruh fitur yang disediakan oleh LinkedIn.

\\r\\n\\r\\n

Tidak hanya mempromosikan lowongan pekerjaan saja, konten-konten Tokopedia juga menyinggung persiapan menyambut interview kerja, isu-isu hangat terkini, hingga keseharian pekerja, seperti yang dicontohkan dalam konten mengenai multitasking ini

\\r\\n\\r\\n

Sama halnya dengan Bukalapak. Mereka tidak hanya mempublikasikan konten terkait internal perusahaan semata karena di LinkedIn mereka, Bukalapak turut mengungkap kisah-kisah inspiratif para mitra. Mulai dari cerita pengusaha sandal jepit hingga warung kelontong turut menjadi konten Bukalapak di LinkedIn.

\\r\\n\\r\\n

Dari demografi lima media sosial di atas, dapat ditarik benang merah bahwa rata-rata pengguna media sosial di Indonesia berada di kisaran umur 13-54 tahun, tentunya dengan jumlah yang bervariasi. Di satu sisi, kita dapat melihat Facebook dan LinkedIn yang sama-sama memiliki jumlah pengguna terbanyak di rentang usia 25-34 tahun (Gen Y/milenial), sedangkan jumlah pengguna terbanyak Instagram justru berada di rentang usia 18-24 tahun (Gen Z). Bahkan, Facebook memaparkan data lainnya bahwa 69 persen Gen Z berharap mereka dapat berinteraksi lebih sering dengan brand pilihan mereka di media sosial.

\\r\\n\\r\\n

Nah, melalui riset mendalam terhadap suatu bisnis dan cakupan pasarnya, Established Jakarta siap membantu bisnis Anda untuk berjaya di dunia digital marketing. Kami telah terbukti berhasil memaksimalkan potensi klien kami melalui tailored marketing strategy yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Established Jakarta, silakan hubungi kami melalui halaman Contact Us

Up Next

Penjelasan Demografi Pengguna Media Sosial di 2021
Read More
Penjelasan Demografi Pengguna Media Sosial di 2021
Read More
Penjelasan Demografi Pengguna Media Sosial di 2021
Read More