Kiat Sukses Bisnis Online dengan Full Funnel Marketing

16.02.2022

Fauzan Hanif

Sejak pandemi, bisnis online terutama usaha mikro kecil dan menengah semakin menjamur. Namun sayangnya, tak semua bisnis online tersebut bisa bertahan. Buktinya, sebanyak 88 persen pesanan di toko-toko online di seluruh dunia gagal berakhir dengan pembelian. Salah satu faktor utamanya adalah karena masih banyak penjual yang hanya fokus menjual tanpa memperhatikan strategi pemasaran yang tepat. 

\\r\\n\\r\\n

Banyak bisnis online yang terus-terusan mendorong calon konsumen untuk membeli, membeli, dan membeli. Hasilnya? Kita akan malas membeli karena terlalu dipaksa untuk melakukannya. Oleh karena itu, pelaku bisnis harus memahami customer journey sebelum memutuskan melakukan pembelian. Untuk itu, Anda harus memahami apa yang disebut dengan marketing funnel.

\\r\\n\\r\\n

Apa itu marketing funnel? 

\\r\\n\\r\\n

Secara sederhana, marketing funnel adalah visualisasi atau penggambaran perjalanan pelanggan (customer journey) dari pertama kali menemukan merek hingga akhirnya membeli produknya. Funnel merupakan bahasa Inggris yang berarti ‘corong’, dan ini sesuai dengan penggambarannya. 

\\r\\n\\r\\n

\\r\\n\\r\\n

Sumber: thefridgeagency.com

\\r\\n\\r\\n

Bentuk marketing funnel memang berbeda-beda, tergantung industri maupun tujuan yang ingin dicapai. Namun, secara garis besar, marketing funnel terdiri atas empat fase berikut:

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Awareness

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Pada fase ini, brand melakukan berbagai upaya untuk memperkenalkan dirinya kepada publik. 

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Interest

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Pada fase ini, calon pelanggan mulai tertarik karena produk tersebut dapat menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan mereka. 

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Desire

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Pada fase ini, calon pelanggan berusaha mencari tahu lebih lanjut mengenai produk yang mereka inginkan. Mereka menggali informasi lebih lengkap seperti kelebihan dan kekurangan produk, harga jual, hingga melakukan perbandingan dengan produk serupa pada merek lain.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Action

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Pada fase ini, calon pelanggan mulai mengambil tindakan apa pun itu, tergantung tujuan kampanye yang dilakukan. Jika tujuannya adalah penjualan produk, maka calon pelanggan akan mulai membeli produk tersebut di fase ini. 

\\r\\n\\r\\n

Lalu kenapa keempat tahapan tersebut digambarkan sebagai funnel atau corong? Ini karena dalam setiap fasenya, jumlah calon pelanggan akan terus berkurang--mirip dengan bentuk corong yang semakin ke bawah, semakin mengecil. 

\\r\\n\\r\\n

Katakanlah ada 1000 pengunjung yang mengunjungi toko online Anda. Namun, hanya 70 persen saja yang kemudian memutuskan untuk melihat-lihat katalog. Angka itu kembali berkurang karena hanya 35 persen saja yang melakukan check-out item di keranjang belanja. Belum sampai di situ, karena ternyata yang benar-benar membayar hanya 5 persen saja dari 1000 orang tadi! 

\\r\\n\\r\\n

Itulah marketing funnel: semakin dekat tahapannya menuju Action, maka semakin sedikit jumlah prospeknya.

\\r\\n\\r\\n

\\r\\n\\r\\n

Sumber: neilpatel.com

\\r\\n\\r\\n

Namun, sekarang kita tidak tidak bisa lagi menyamaratakan bahwa audiens akan selalu berada di tahap funnel yang sama dalam satu momen yang juga sama. Ini karena transformasi digital telah hadir dan benar-benar mengubah kebiasaan masyarakat. Mau tak mau, bisnis pun harus beradaptasi.

\\r\\n\\r\\n

Bayangkan saja, saat ini setiap orang pasti menggenggam smartphone kapanpun dan dimanapun. Mereka mencuri waktu di sela-sela kesibukan untuk mencari produk yang mereka butuhkan baik di media sosial maupun halaman mesin pencari seperti Google. 

\\r\\n\\r\\n

Inilah yang dinamakan sebagai micro-moment.

\\r\\n\\r\\n

Konsumen bergerak atas dasar keinginan yang terbagi dalam beberapa momentum: yaitu i-want-to-know moment atau fase awareness. Kemudian ada i-want-to-go moment yaitu momen saat calon konsumen sedang mempertimbangkan pembelian atau fase interest.  Selanjutnya adalah i-want to-do moment  atau fase decision hingga i-want-to-buy moment atau fase action yang timelinenya berbeda-beda antara satu konsumen dengan konsumen lainnya, bergantung pada kapan mereka mengakses informasi tentang brand kita.

\\r\\n\\r\\n

Semua ini terjadi di luar kehendak brand. Brand hanya bisa menyediakan akses ke micro-moment tersebut, dan di sinilah full-funnel marketing berperan penting. 

\\r\\n\\r\\n

Full Funnel Marketing

\\r\\n\\r\\n

Full-funnel marketing adalah pendekatan pemasaran dengan cara menjangkau konsumen potensial berdasarkan di tahap marketing funnel mana mereka berada. Ini karena dalam setiap tahapan, calon pelanggan pasti membutuhkan pendekatan yang berbeda. 

\\r\\n\\r\\n

\\r\\n\\r\\n

Sumber: neilpatel.com

\\r\\n\\r\\n

Melalui strategi ini, brand tidak hanya fokus pada peningkatan penjualan saja. Full-funnel marketing akan menghidupkan seluruh tahapan dalam customer journey demi merangkul konsumen potensial yang tersebar di beberapa fase sekaligus. 

\\r\\n\\r\\n

Dengan menyediakan akses kepada pelanggan di semua lini, maka Anda sama saja seperti sedang melukis wajah brand Anda secara rinci hingga pada akhirnya, menjadi satu lukisan yang terlihat indah dari sisi mana pun. Tidak hanya satu-dua orang saja yang melihatnya, tetapi banyak orang yang kemudian ikut jatuh hati karena Anda memaksimalkan semua fase pada marketing funnel. Tentu saja, muara dari strategi full-funnel marketing adalah peningkatan angka penjualan Anda. 

\\r\\n\\r\\n

Sudah paham betapa pentingnya full-funnel marketing di zaman yang serba digital ini? Nah, sekarang kami akan memandu Anda untuk membuat strategi full-funnel marketing yang tepat untuk bisnis Anda.

\\r\\n\\r\\n

Kiat Membuat Strategi Full-Funnel Marketing

\\r\\n\\r\\n

 

\\r\\n\\r\\n

Sumber: amazon.com

\\r\\n\\r\\n

Dalam merancang strategi full-funnel marketing, Amazon menyarankan untuk memulainya dari akhir, alias dari produk itu sendiri. Setelah itu, barulah naik ke atas dan melengkapi satu demi satu tahapan dalam funnel. Langkah-langkah tersebut adalah:

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Pastikan produk Anda telah siap jual

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Sebelum memulai kampanye pemasaran apa pun, Anda harus memastikan bahwa produk Anda telah siap 100 persen, tanpa ada cacat. Ini termasuk konten-konten pendukungnya, seperti informasi produk, gambar atau foto yang jelas dan dengan jumlah yang cukup, hingga rating yang baik dari pelanggan tetap Anda. 

\\r\\n\\r\\n

Tentu saja Anda tidak mau berlelah-lelah membuat berbagai taktik pemasaran yang justru diakhiri kekecewaan pelanggan akibat foto produk yang tidak jelas ataupun informasi yang kurang lengkap.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Target konsumen paling potensial 

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Setelah produk Anda siap jual, langkah selanjutnya adalah menyasar target pasar yang paling mungkin membeli produk Anda. 

\\r\\n\\r\\n

Misalnya, Aldo menjual jersey sepak bola di toko online-nya. Maka setelah Aldo memastikan seluruh jersey-nya siap jual, dia akan memasarkannya pertama kali pada penggemar sepak bola. Aldo bisa menjangkau mereka melalui media sosial, baik dengan bergabung dengan komunitas pecinta klub sepak bola tertentu maupun dengan menggunakan iklan yang khusus menarget mereka.

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Tonjolkan produk/brand Anda (Interest)

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Dalam menjual jersey-nya, tentu saja Aldo tidak sendiri. Ia mesti bersaing dengan kompetitor, yakni sesama penjual jersey sepak bola. Maka dari itu, Aldo harus membuat produknya unik dan mendapat perhatian dari konsumen potensialnya.

\\r\\n\\r\\n

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuat iklan dan menargetkannya pada pelanggan yang memang sedang mencari produk tersebut. Aldo juga bisa memasang iklannya pada kategori produk pelengkap (contoh: sepatu sepak bola). 

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Bangun brand Anda

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Ketika Anda sudah merasa yakin dengan produk serta telah memperoleh pelanggan tetap dari hasil pemasaran pada konsumen paling potensial, maka langkah selanjutnya adalah mulai membangun brand Anda.

\\r\\n\\r\\n

Di tahap ini, Anda bisa melakukan beragam taktik seperti memproduksi konten di media sosial, membuat website bisnis, melakukan email marketing, hingga mendaftarkan brand di pencarian berbayar. 

\\r\\n\\r\\n
    \\r\\n
  • \\r\\n

    Perluas jangkauan brand 

    \\r\\n
  • \\r\\n
\\r\\n\\r\\n

Tahap terakhir yang mesti Anda lakukan adalah memperluas jangkauan brand. Cara yang paling sering digunakan adalah melalui content marketing, yakni memberikan konten berupa informasi yang tidak terbatas pada produk-produk Anda saja. Tips dan trik, tren terkini, hingga beragam rekomendasi yang sesuai dengan minat konsumen potensial perlu Anda sorot agar bisa menjangkau dan mendapat perhatian mereka.

\\r\\n\\r\\n

 

\\r\\n\\r\\n

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan video ads, yakni menggunakan video sebagai bahan iklan Anda. Fakta bahwa 95 persen warganet lebih memahami pesan dari video dibanding teks bisa menjadi pemantik buat Anda yang masih meragukan kekuatan konten video. 

\\r\\n\\r\\n

Namun, satu catatan penting sebelum Anda melakukan kedua cara di atas adalah: memahami siapa target audiens Anda. 

\\r\\n\\r\\n

Ketika konten-konten yang Anda buat tersebar ke orang yang tepat melalui platform yang juga tepat, maka hasilnya bakal jauh lebih efektif dibanding menyebarkannya secara acak. Anda juga bisa menghemat anggaran pemasaran sembari mendapatkan hasil yang lebih optimal.

\\r\\n\\r\\n

Bagaimana? Sudah mendapat gambaran tentang strategi full-funnel marketing? Strategi ini memang berkesinambungan antara satu langkah dengan yang lainnya demi memberikan pengalaman penuh mengenai brand bagi target audiens Anda. Begitu Anda menerapkan strategi full-funnel marketing, bukan cuma angka penjualan yang meningkat, tetapi hubungan brand dengan konsumen pun menjadi jauh lebih baik. 

\\r\\n\\r\\n

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai penerapan full-funnel marketing dalam kampanye pemasaran, Anda bisa mengakses kelas Digital Marketing kami di Udemy. Tidak hanya materi full-funnel marketing saja yang kami bagikan, karena kelas kami meliputi semua yang Anda butuhkan dalam memahami Digital Marketing secara keseluruhan. Maka dari itu, kami tunggu kehadiran Anda di kelas kami.

Up Next

Apa itu Full Funnel Marketing?
Read More
Apa itu Full Funnel Marketing?
Read More
Apa itu Full Funnel Marketing?
Read More